Kesimpulan Dari Analisis Diri

Nama : Muhamad Tafaurriza

NIM   : 09026024

Sastra Inggris

 

Kesimpulan Dari Analisis Diri

 

Nama saya Muhamad Tafaurriza tapi teman-teman saya memanggil saya Riza. Saya lahir pada tanggal 20 mei 1991 yang kebetulan bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Itu berarti nama saya sangat berarti dan mempengaruhi pola pikir saya. Nama yang saya dapat dari orang tua saya inilah yang menjadi motivasi diri saya. Dapat diartikan bahwa dengan nama ini saya akan membuat orang tua saya bangga. Bangga karena anak mereka berhasil menjadi pengusaha makanan yang sukses itu yang saya harapkan. Padahal cita- cita saya selalu berubah dari waktu ke waktu. Yang saat SD ingin menjadi pilot, SMP ingin menjadi pelukis dan akhirnya SMA berniat menjadi pengusaha dalam bidang makanan. Saya termasuk orang yang suka mencoba tantangan meskipun tantangan yang saya sering lakukan lebih cenderung pada tantangan yang berupa fisik seperti : Dalam hal lintas alam ataupun menjelajah tempat yang jarang ditelusuri orang. Namun sekarang saya lebih suka mencoba hal yang mungkin menarik dalam hal komputer karena pada era sekarang komputer menjadi sajian wajib bagi mahasiswa seperti saya. Saya bertempat tinggal di Muntilan salah satu kota di kabupaten Magelang. Kota Muntilan itu sendiri terkenal akan makanan khasnya yakni Tape Ketan. Maka dari itu tidak jarang bila saya berkenalan dengan seseorang di jalan dan bertanya asal saya pasti mereka sering berkata “Wah tape ketan ya mas…”. Itu juga menjadikan rasa bangga saya terhadap kampung halaman dimana saya dilahirkan. Saya juga sering berpikir bahwa masyarakat akan lebih mengenal suatu tempat karena makanannya.

 Hidup adalaha sebuah tantangan baigi semua manusia diamana mereka harus berjuang untuk dapat mempertahankan hidupnya dan juga mengembangkan semua potensi yang mereka miliki. Dalam hal ini, manusia yang memiliki potensi diri dan mampu memaksimalkannya tentu dapat mengolah hal dalam dirinya dan dapat menuai hasil yang memuaskan. Contoh yang dapat diberikan seperti seorang mahasiswa yang memiliki pola pikir dalam hal bisnis, akan selalu dapat mengolah dan mengatur uang yang dimiliknya untuk dapat dimanfaatkan dalam banyak hal sekaligus memperoleh keuntungan dari cara kerjanya tersebut. Uang yang mungkin hanya seribu rupiah dapat menjadi ratusan ribu bukan karena cara bisnis seseorang yang sangat cerdas dalam melihat potensi-potensi pasar dan melihat jalur masuk bisnisnya. Oleh karena itu, jiwa yang sangat saya inginkan adalah dalam hal bisnis.

Dalam segi kekuatan jiwa bisnis yang saya miliki mungkin belum terlalu kuat karena belum adanya pendamping atau pembimbing dalam usaha saya untuk mencoba bisnis kecil-kecilan. Ada beberapa kelemahan saya dalam hal bisnis. Yang pertama adalah saya kurang begitu cekatan menangkap peluang yang ada dan kurangnya partner yang dapat membantu dalam pengolahan sebuah usaha. Modal yang cukup juga merupakan hal yang saya butuhkan dalam memulai bisnis. Dalam kekuatan bisnis saya memang dari kecil sudah terbiasa jual menjual barang yang sekiranya sudah tidak terlalu saya butuhkan dan akhirnya dapat menghasilkan uang yang cukup banyak untuk ukuran anak SD. Ancaman yang mungkin saya terima dalam hal bisnis adalah persaingan bisnis pada masa sekarang ini yang sangat besar. Dilihat dari banyaknya pengusaha muda yang saling bersaing untuk mencari keuntungan dan berburu tempat tertinggi untuk menarik minat customer.

Pengalaman bisnis kecil yang pernah saya lakukan adalah pada saat saya masih SD yang seharusnya pada masa itu anak-anak lebih sering minta uang pada orang tuannya. Namun juga tidak saya pungkiri bahwa saya juga meminta uang pada orang tua saya untuk jajan dan membeli berbagai mainan. Sampai suatu saat saya terpikir bahwa semua mainan saya terasa membosankan dan saya ingin memiliki yang baru. Tapi jelas, meminta uang pada orang tua pasti akan dimarahi dan malah dinasehati panjang dan lebih membosankan. Karena itu, saya iseng-iseng menawarkan mainan saya itu kepada teman-teman saya. Pada awalnya tidak ada yang tertarik karena mainan mereka lebih bagus dan modern. Lalu saya mencoba memodifikasinya dengan cara menggabungkan berbagai mainan saya menjadi sebuah mainan yang baru. Tidak saya sangka bahwa teman-teman saya menyukainya dan berniat membelinya meskipun saya juga belum begitu mengerti masalah jual beli. Pada awalnya hanya saya jual dengan harga Rp. 2000. Uang sejumlah itu pada masa saya SD tergolong uang yang banyak. Tentu saja uang tersebut saya gunakan untuk jajan. Pada akhirnya teman-teman saya selalu membeli berbagai mainan yang sudah saya modifikasi. Padahal, jika sekarang dipikir hal itu sangatlah aneh karena mainan yang saya modifikasi berasal dari mainan kuno yang saya miliki. Sejak saat itu saya menjadi gemar mengotak-atik mainan dan menjualnya. Selain itu, saya memiliki hobi menggambar. Dan dari hobi saya itu, saya sering menjual gambar kepada teman-teman saya meskipun harganya adalah harga wajar anak SD. Ini adalah sebagian contoh pengalaman bisnis masa kecil saya,

Dari analisis SWOT dari diri saya, saya memang cenderung pada usaha yang berkaitan dengan nilai komersial. Dari pengalaman saya sejak kecil serta cita-cita dan motivasi dari beberapa aspek usaha, saya tertarik pada bisnis. Beberapa waktu saya melihat program di televise, saya melihat beberapa contoh usahawan yang membuka usaha dari awal yang dia tekuni dan menjadi usaha yang dapat memperoleh keuntungan hingga ratusan juta dalam sebulan. Sebagai contoh usaha makanan yang sangat popular saat ini juga menginspirasi saya. Bisnis kuliner merupakan bisnis yang menguntungkan dan tidak ada habisnya. Dapat dilihat bahwa bisnis kuliner sekarang ini ada berbagai macam dan dapat dijumpai di berbagai penjuru kota.

Pada awalnya saya masih SD hingga SMP memiliki keinginan untuk membuka bisnis kecil membuka toko mainan. Karena memang dari awal saya menyukai mainan. Namun setelah menginjak SMA keinginan saya pun berubah dan ingin membuka bisnis kuliner. Bisnis kuliner yang ingin saya coba adalah makanan yang bercita rasa pedas. Memang pada saat ini makanan-makanan pedas sangat digemari dan telah banyak yang membuka usaha yang sama. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa usaha ini akan sangat sukses. Dari cita rasa pedas sendiri dapat dirasakan bahwa rasa pedas justru membuat cita rasa dari sebuah makanan menjadi meningkat. Rasa pedas akan menghindarkan seseorang pada rasa bosan. Oleh karena itu saya mempunyai keinginanan membuka kuliner pedas yang berciri khas telur dan juga sayuran. Karena dari kecil saya sangat menyukai telur. Dan sayuran dengan harapan mendorong costumer untuk membeli makanan yang sehat. Perpaduan antara cita rasa dari telur ayam kampung yang gurih dan dipadukan dengan sayuran sehat serta cita rasa sambal yang dapat member sensasi rasa pada perpaduan ketiganya.

Dilihat dari persaingan bisnis kuliner pada masa ini memang sangatlah ketat, oleh karena itu dalam aspek pemasaran saya tetap optimis untuk dapat menembus rating tinggi dalam pemasaran yang akan saya tembus dengan metode pemasaran yang menarik dari segi tempat pemasaran tetap maupun pemberian sampel pada tahap awal. Karena pemberian sampel dapat mengundang costumer untuk mencoba dan diharapkan dapat menarik pembeli dalam tahap awal ini. Dari sumber daya manusia, saya memang pada awalnya hanya akan membuka bisnis dengan bekerja sama dengan anggota keluarga, teman dan juga saudara saya. Tahap ini memerlukan kerja sama tim yang solid dan juga kepercayaan pada tim. Oleh karena itu saya lebih memilih keluarga, teman dan saudara. Keluarga saya sendiri yang memang dari masa kakek saya adalah seorang pedagang menjadikan basic skill keluarga saya adalah berdagang. Pada tahap penggerakan bisnisnya memang akan dicoba dengan membuat sampel terlebih dahulu untuk melihat selera dari penikmat kuliner sendiri. Dan apabila sudah terlihat bahwa respon dari masyarakat sangat baik, maka akan dimulai dengan membuka warung kecil. Dari segi keuangan saya mentargetkan dengan menggunakan modal yang tidak terlalu banyak karena pada tahap awal hanya akan menggunakan metode sampel.

Bisnis ini saya harapkan dapat segera terealisasi dan saya berharap dapat menjadi seorang usahawan sukses yang tidak hanya mencari keuntungan semata namun juga sukses dalam membuka uasaha yang memiliki manfaat untuk orang lain.

Inti yang dapat saya simpulkan adalah “make it simple but dont make it too simple“. Maksudnya adalah buat segala hal serasa mudah agar kita semangat untuk meraihnya. Dan lakukan dengan mantab bahwa kita pasti bisa. Namun jangan merasa bahwa setiap hal terlalu mudah bagi kita karena hal ini justru akan menjatuhkan kita sendiri. Terima kasih

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s